Nulis itu ternyata SUSIT

Pernah sebel gak sih denger orang ngomong or baca tulisan begini:
“Nulis itu gampang kok, tingal bla…bla…bla…jadi deh”?

Kalau emang bener demikian coba tuh orang suruh jawab pertanyaan dari salah satu teman berikut ini:

gravatar terlantarterlantar Januari 30, 2011 pukul 09:06
Om bagaimana cara membuat tulisan yang enak di baca ya😀

Kelihatannya sih simpel aja pertanyaan dia tapi coba perhatikan lagi embel-embel ‘yang enak di baca’ itu. Nah lo, mampus deh! Sumpah gak ada niatan ngremehin kemampuan kalian semua, jujur aku cuma mau nanya emang ada ya yang bisa ngasi jawaban valid plus dapat diterima semua kalangan *cari amannya aja ah*?

Sedikit lebih kritis, pertanyaan ini mustinya gak pantas sembarangan diajuin ke semua orang. Alasannya cuma dua: subjektivitas dan talenta. What?! Coba kamu sendiri pikir, diantara jutaan penulis yang eksis di dunia jurnalisme baik itu untuk tujuan komersil ataupun seni, mainstream ataupun downstream bahkan yang berlabel indie dan citizen journalist sekalipun, ada berapa sih yang masuk dalam kategori mahir dalam menyajikan karya yang ‘enak dibaca’? Menurut survey pribadi *sambil ngelirik rak buku setinggi +/- 20cm…halahh* gak nyampe 7%. Makhluk model Dostoyevsky atau Pramudya itu jelas-jelas langka dan cenderung tak tergantikan. Mereka selain emang punya ketertarikan super dengan dunia tulis-menulis dan punya kemampuan serta kesempatan buat nelorin mahakarya kelas wahid, juga punya sesuatu yang gak banyak orang punya yaitu bakat sedari lahir. Tanpa adanya ‘garis hidup’ — begitu aku nyebutnya — alias gifted talent rasanya kok muskil ya sesorang bisa jadi sekeren itu *padahal aku ini ceritanya iri mentok*. Dan yang gak kalah penting lagi ialah subjektivitas. Hanya kalangan tertentu aja, meski lintas generasi, yang suka sama karya-karya mereka. Ya khan?

Balik ke pertanyaan teman di atas, di sesi komentar sana aku cuman bisa ngasih jawaban sekenanya aja berdasar GRoT (General Rule of Thumb) yaitu:

  • fokus pada topik
  • typography sempurna, dan
  • hindari penyingkatan kata tak lazim

Lagi-lagi alasanku ya cuma dua itu: subjektivitas pembaca plus talenta si penulis *capee deeeh*. Eiiits, tapi biar begitu jawabanku gak bisa dibilang ngawur loh! Coba bayangain aja kamu baca artikel yang gak fokus sama tema dan topik penulisan, berani taruhan dari kalimat pertama sampai tanda titik terakhir yang kamu baca biasanya cuma dapet “hummfh…ni orang ngomongin apan sih?”. Terus belum lagi kalau nulisnya salah-salah ketik, disingkat-singkat, atau pakai jargon tertentu a la 4L4Y c0MmUn1Ty punya, pusing gak? Jadi gak salah dong kalau aku punya hypothesis bahwa “Nulis itu ternyata SUSIT” (baca: SUSah dan sulIT)? *keyboard mulai berantakan…*

Hmm, what to do…what to do…
Trik yang biasanya ampuh buat blogger kacangan kaya’ aku ini ya paling-paling siapin kopi, nyalain rokok, browsing, blogwalking, ambil alat tulis buat nge-draft, lalu mulai berjuang untuk…tidur! *nulis postingan ini sambil mimpi*😆

Sweet dream blogging, guys.

, ,

  1. #1 by PeGe on Februari 6, 2011 - 05:12

    SUSIT.. wowowo SUSIT..😆
    Buatku sih nulisnya tetep gampang Ba.. Tapi yang susit itu gimana supaya orang lain ikutan baca (& suka) apa yang kita tulis..
    *liatin stats😯 *

    • #2 by BabaliciouS on Februari 6, 2011 - 06:22

      Tapi yang susit itu gimana supaya orang lain ikutan baca (& suka) apa yang kita tulis..

      Kalau PG lebih jeli dikiiit aja…di bawah tulisan “aku punya hypothesis bahwa Nulis itu ternyata SUSIT (baca: SUSah dan sulIT)” ada omongan kurang lebih begini:

      Nulis itu susit soalnya musti nentuin konteks, ngalir, nyampein maksud tersirat dan tersurat, nembak target, komunikatif, kontroversial, penuh intrik jika perlu, dan yang paling penting nulis itu harus dari hati si penulis biar bisa konek ama pembacanya

      Sayangnya…tuts keyboardku keburu berantakan duluan😆 *ngeles mode: ON*

  2. #3 by Ambon Ganteng on Februari 6, 2011 - 06:54

    SUangat SulIt……

  3. #4 by yuliusdjayuz on Februari 9, 2011 - 15:02

    SUSIT banget,,
    apalagi pembaca pengennya yg gampang n cepet dipahami,,🙂

  4. #5 by terlantar on Mei 11, 2011 - 13:10

    hahahah ternyata postingnya g susit amat nih

  5. #6 by aswar on Oktober 21, 2013 - 19:30

    baca baik-baik pertanyaan’nya…
    klw mnurut sya,tulisan yang enak di baca tidak ada, krna tulisan tidak mungkin di makan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: